Membentuk Jiwa Kepemimpinan, Kemandirian, dan Karakter Siswa
Setelah seluruh rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) selesai dilaksanakan, SMK TRISIMA melanjutkan kegiatan pembinaan peserta didik melalui Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu Jumat sampai dengan Sabtu, 17–18 Juli 2026. LDKS merupakan salah satu kegiatan penting dalam rangka membentuk peserta didik yang memiliki karakter kuat, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta mampu menjadi generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan.
Pelaksanaan LDKS menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan di SMK TRISIMA. Setelah peserta didik mendapatkan pengenalan mengenai lingkungan sekolah, tata tertib, program keahlian, budaya sekolah, dan budaya kerja melalui kegiatan MPLS, mereka kemudian diberikan pengalaman yang lebih nyata melalui kegiatan kepemimpinan, kerja sama, kedisiplinan, dan pembentukan karakter dalam LDKS.
Kegiatan LDKS tahun ini mengusung tema “Menguatkan Karakter Gapura Panca Waluya dalam Mewujudkan Generasi Vokasi Unggul yang Kompeten, Berkarakter dan Siap Menyongsong Tantangan Global.” Tema tersebut menjadi landasan bagi seluruh rangkaian kegiatan agar peserta didik tidak hanya berkembang dalam aspek pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter yang baik, mampu bekerja sama, memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Sejak awal kegiatan, peserta mengikuti proses dengan penuh antusias. Kegiatan diawali dengan pengecekan peserta dan absensi, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. Kebersamaan dalam kegiatan sederhana tersebut menjadi sarana untuk membangun kedekatan antarsiswa sekaligus melatih sikap tertib dan bertanggung jawab terhadap kegiatan yang telah dijadwalkan.
Salah satu materi yang diberikan adalah peran siswa di lingkungan masyarakat yang disampaikan oleh Bhabinsa Desa Cibarusahjaya, Bapak Bustanil Arifin. Melalui materi ini, peserta diajak untuk memahami bahwa seorang pelajar tidak hanya memiliki tanggung jawab di lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki peran sebagai bagian dari masyarakat. Siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga sikap, menghormati lingkungan, memiliki kepedulian sosial, serta mampu memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salat Asar berjamaah sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai spiritual peserta didik. Pendidikan karakter di SMK TRISIMA tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik dan keterampilan kejuruan, tetapi juga berupaya membangun keseimbangan antara kecerdasan, akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Pada sore hari, peserta mendapatkan materi kepemimpinan yang disampaikan oleh guru SMK TRISIMA, Bapak Djaffar, S.E. Dalam sesi ini, siswa diajak memahami makna kepemimpinan yang sesungguhnya. Kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjadi seorang pemimpin, tetapi juga bagaimana seseorang mampu memimpin dirinya sendiri, mengambil keputusan dengan bijak, bertanggung jawab atas tindakan, serta mampu menjadi contoh yang baik bagi orang lain.
Memasuki malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah, tadarus, dan salat Isya berjamaah. Kegiatan keagamaan tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa agar memiliki kebiasaan positif, kedisiplinan dalam menjalankan ibadah, serta kesadaran bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan keterampilan, tetapi juga oleh karakter dan nilai-nilai moral yang dimilikinya.
Suasana malam LDKS semakin hangat melalui kegiatan sharing bersama alumni SMK TRISIMA. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan pengalaman dan perjalanan alumni setelah menyelesaikan pendidikan di SMK. Cerita, pengalaman, tantangan, serta berbagai pencapaian alumni diharapkan dapat memberikan motivasi kepada peserta didik untuk memiliki cita-cita dan keberanian dalam menentukan masa depan.
Kegiatan berikutnya adalah penampilan gugus. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk menunjukkan kreativitas, kekompakan, dan keberanian mereka di hadapan peserta lainnya. Kegiatan ini menjadi salah satu momen yang menyenangkan sekaligus mendidik karena siswa belajar mempersiapkan penampilan bersama, membagi tugas, menghargai ide teman, dan membangun rasa percaya diri.
Malam semakin larut, namun semangat peserta tetap terjaga. Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, peserta diberikan waktu untuk persiapan tidur dan beristirahat. Kedisiplinan tetap menjadi bagian penting dalam kegiatan, termasuk dalam mengikuti jadwal istirahat dan bangun sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Pada dini hari, peserta mengikuti salat tahajud, kemudian dilanjutkan dengan tadarus dan salat Subuh berjamaah. Kegiatan ini menjadi pengalaman tersendiri bagi peserta karena mengajarkan kedisiplinan, ketahanan diri, serta kemampuan mengatur waktu di tengah rangkaian kegiatan yang cukup padat.
Pagi hari dimulai dengan persiapan senam dan senam bersama. Aktivitas fisik tersebut bertujuan menjaga kebugaran sekaligus membangun semangat kebersamaan. Setelah itu, peserta menikmati sarapan bersama sebelum memasuki rangkaian kegiatan berikutnya.
Salah satu kegiatan yang menjadi bagian penting dalam LDKS adalah dinamika kelompok. Dalam kegiatan ini, peserta diberikan berbagai aktivitas yang membutuhkan komunikasi, koordinasi, kerja sama, strategi, dan kekompakan. Setiap siswa memiliki peran yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Dari kegiatan tersebut, siswa belajar bahwa keberhasilan sebuah kelompok tidak hanya bergantung pada satu orang, tetapi membutuhkan kontribusi dari seluruh anggota.
Dinamika kelompok juga mengajarkan peserta untuk menghadapi perbedaan karakter dan cara berpikir. Siswa belajar untuk saling mendengarkan, menghargai pendapat, menyelesaikan masalah secara bersama-sama, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk membentuk generasi vokasi yang nantinya akan memasuki dunia kerja maupun dunia usaha.
Seluruh rangkaian kegiatan akhirnya ditutup dengan penutupan LDKS. Setelah mengikuti kegiatan selama dua hari, peserta diharapkan membawa pulang bukan hanya pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
LDKS SMK TRISIMA menjadi sebuah pengalaman berharga bagi peserta didik baru. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa menjadi seorang pelajar bukan hanya tentang mendapatkan nilai yang baik, tetapi juga tentang bagaimana membangun karakter, menjaga kedisiplinan, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, menghormati orang lain, serta berani mengambil peran dalam lingkungan sekolah dan masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi langkah awal bagi SMK TRISIMA dalam membangun generasi vokasi unggul yang memiliki kompetensi sekaligus karakter. Sebagai Sekolah Pusat Keunggulan, SMK TRISIMA terus berkomitmen memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, dunia usaha, dan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan budaya positif.
Melalui LDKS, diharapkan lahir siswa-siswi SMK TRISIMA yang percaya diri, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, mampu berkolaborasi, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap menghadapi tantangan global. Pengalaman selama dua hari ini diharapkan menjadi fondasi bagi perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di SMK TRISIMA.
Selamat kepada seluruh peserta LDKS SMK TRISIMA. Terus tumbuh, belajar, berproses, dan jadilah generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi sekolah, keluarga, masyarakat, dan bangsa.
SMK TRISIMA
Sekolah Pusat Keunggulan
Unggul, Kompeten, dan Berkarakter